top
search
sender
user
myhome
  • Twitter
  • Technocrati
  • stuble
  • rss
  • Reddit
  • flickr
  • Digg
  • youtube
  • facebook

Follow our Network

About

you don’t need to put information about yourself or your site and where you are coming from. Feel free to read anything you see and get anything you like I really don’t care. Sorry,, if message will not replay and will be ignored without notice..!!.

=====================================

Kak Fauzy adalah panggilan sayang untukku oleh seseorang yang telah mencuri hatiku, seperti sebuah anugerah indah, dan aku sangat suka akan panggilan nama itu. Sebuah nama yang terucap dari seorang gadis yang sangat istimewa di hatiku yang paling dalam, memberi ku spirit and soul dalam hidupku, nyata , tegas dan terarah bak busur panah. Aku selalu mengenangnya, menanti dengan penuh harap, bila takdir kan memberi ku ruang waktu, Ingin selalu ku ucapkan kepadanya ” Aku sangat menyayangmu “, ” dan jangan tinggalkan aku lagi dalam kesendirian “. Tiada hari yang kunanti selain hari dimana ia akan ada disampingku, menemani hari-hariku. Aku akan selalu kabarkan pada dunia apa yang Kurasa untuknya, bukti sayang dan rindu ku akan selalu ada, Cinta dan asa akan kupersembahkan selalu dan seluruh jiwa dan raga ku adalah berhak untuk ia miliki secara utuh, walau kini ia tak pernah menghiraukan ku lagi, mungkin lebih jauh dari apa yang aku fikirkan, jauh darinya adalah siksaan bagiku, tak ada ia dihari-hariku adalah sekarat matinya hatiku, sepi sunyi malam adalah pesan untuknya bahwa aku akan selalu Rindu padanya. segala apa yang ada di sini adalah bentuk expresi cintaku padanya yang tak terucap dan tersampaikan. Bila suatu hari nanti terbaca olehnya, akan mewakili segala keluh kesahku sebagai remaja yang kalah oleh usia, selalu duka menunggu dan mengharap cinta kasihnya akan kembali untukku.

Malam demi malam aku merintih menunggu ia kan kembali, membawa dunia baru untukku, sepatah dua patah kata darinya seperti pesan dari syurga, Aku ingin kembali dicintai olehnya, meskipun aku tak punya daya untuk kembali menggenggam cintanya tapi aku tak akan pernah untuk melepaskannya, Aku hanya bisa diam dan menunggu disini Membawa awal kisah baru.

Kini aku seperti bukan siapa-siapa, selalu bimbang dan ragu meniti jalan hidup yang panjang, keyakinanku telah rapuh bersama angin saat hujan turun, tak pernah ada seseorang yang mencintaiku seperti cintanya padaku, aku tak pernah meragukan cintanya, akulah yang meracuni diri sendiri, hingga semuanya menjadi kenangan yang sangat perih. semua orang akan menertawakanku, menghinaku, saat aku menyesali diri akan hancurnya hati ku yang membuat nafas dijantungku nyaris berhenti.

Aku takkan pernah bisa untuk meninggalkannya, meskipun ia kini mulai melangkah menjauh dariku, meskipun rambut ini nanti benar-benar akan memutih, ingin kutemui ia kembali sebelum raga ini mati. Menunggu dan menantinya adalah bagian dari takdirku untuknya. Menunggunya… aku takkan merasa sia-sia.

Aku memang salah…menyalahkan hatiku sendiri itu yang dapat kulakukan. Jika kepergianya untuk meninggalkan ku itu adalah kejujuran hatinya aku kan selalu mengerti dan akan ku terima dengan kemampuan yang ada. terpisahkan jarak adalah cerita kami berdua.. tapi aku manusia dengan keterbatasan indera, berbicara hanya dengan perasaan, hingga terucap kata darinya bahwa ia sudah ” Tak Percaya padaku lagi”

Waktu lah yang kan menemukan tujuan, ternyata aku tak membawa cukup bekal dalam perjalanan , saat kenangan dan kehadiraku tak lagi bermakna dan  siap diabaikan, cinta tak lagi bisa membela, aku terkurung pada terali-terali arti dan makna,  dan jalan yang ku tempuh seakan selesai sudah, satu yang tak pernah ia ketahui tentang diriku adalah.. aku seorang pemuda tapi renta yang perlu banyak diberi kesempatan, diarahkan dari pola keterpurukan dan ia telah lelah dan habis kesabarannya.

Ia datang sekaligus Membutakan mataku, merasuk dalam cerita kehidupanku, memberi ku alunan melodi merdu disetiap detak nafas disetiap saat, tak terlukiskan begitu mendera hingga ku merasa resah tapi bahagia, tak sanggup aku menterjemahkannya, hanya yang kurasa cinta itu benar-benar ada.

Kini setetes air mata telah menghujani perasaan ku, hingga diujung masa dan waktu aku ingin selalu dan berharap untuk kembali kepadanya. meski kesempatan itu takkan ada lagi, setidak-tidaknya aku telah melakukan apapun yang mungkin dapat membuat dia bahagia walau tak lama. Aku telah cukup bahagia dan bangga dengan apa yang telah ia berikan selama ini dan aku malu untuk memintanya lagi. Sebatas itu yang ia berikan , sebatas itulah yang kuterima tak kurang dan tak lebih.

Dari: Kak fauzy

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)