top
search
sender
user
myhome
  • Twitter
  • Technocrati
  • stuble
  • rss
  • Reddit
  • flickr
  • Digg
  • youtube
  • facebook

Follow our Network

Aku dalam Detik-detik terabaikan

View Comments

Category : Featured, Menghitung waktu

forget_it_all_front1Semalam aku tak tidur nyenyak, sebentar-bentar terbangun, tidur lagi dan terbangun lagi, aku sedang resah, menanti jawaban maaf,  Mengharap lapangnya hati seseorang. Tapi hingga pagi menjelang aku tak tak dapat kabar dan berita, semalam ku nyalakan ponsel dengan harapan dapat terdengar nada sms berisi kata” Sayang,,? aku memaafkan mu”, meski itu dalam angan, tapi aku penuh harapan, hingga matahari terbit aku aku jadi kehabisan asa, tak tau apa yang mesti kulakukan, sebelum kata itu benar-benar nyata aku dengar dari bibirnya aku akan mati penasaran. jangan bilang aku ngak waras kawan, aku sudah gila karenanya, stres dan megap-megap dalam kurun seminggu, dihujani berbagai kata-kata, dengan nada menyebut kesalahan dan kekeliruan yang aku buat, tapi maaf bukan karena aku selingkuh, bila sang pujaan hati telah terlanjur kecewa, meng-counting semua kesalahan, dan tak ada lagi yang bisa diharap, aku terbujur kaku di sepanjang hari, malam datang aku akan mengejang. Mulut komat-kamit memanggil namanya.  Pagi tadi aku mencoba mencari kesibukan dengan membantu orang lain, memperbaiki koneksi internet, menginstal antivirus dan menambah satu memory dalam sebuah komputer, Lumayan terhibur, sayang itu sangat singkat dan cepat usai, mestinya aku perlambat hingga malam tapi udah ngak mungkin.

Hingga semua ini kutulis aku masih berharap-harap akan dapat jawaban dari email yang kirim tadi pagi, tapi masih nihil, aku ulang lagi dalam bentuk PM pada multiply juga tak membawa hasil, ini sudah jam 12 : 19 WITA, belum ada tanda-tanda terbaca. Aku jadi ngiris hati, apa memang tak akan dijawab, atau akan dijawab tapi akan menyakitkan. Oh….ya tuhan,,kenapa harus berprasangka yang bukan-bukan?, lebih baik aku tunggu saja sampai nasib benar-benar datang balasannya.

Bila kalian menjadi gadis seperti dia, apakah kalian juga akan berbuat hal yang sama?, sampai batas kapan akan kembali wajar?, hari-hari kemarin dari balasan PM nya sudah sangat tipis dia akan dapat menerima ku kembali seperti dulu. Apakah aku akan sanggup untuk menjalani ini semua?, berat sekali aku rasa, mau mengadu, mengadu kesiapa?, adakah yang bisa menolongku?,,sendirian memang terkadang tenang tapi kesepian, aku terkena hukuman, hukuman yang sangat aku rasa berat. Bila nanti ada jawaban yang tidak aku harapkan lalu apa yang akan aku lakukan lagi?, malam ini aku betul-betul berdebar-debar, nyaliku sudah menciut, dan kaki dan tanganku mulai dingin, Tuhan,,bagaimanakah kalau ini berlarut-larut?.

Kalau jodoh takkan kemana?,,peribahasa ini juga tak berlaku buatku, aku sangat jauh dari semua itu, sudah minder dapat problem begini lagi..uuuh…

Akan aku coba untuk bersabar, mungkin kalau tuhan berkenan dan kasihan padaku maka akan lebih baik datangnya, tapi jika tidak, berarti aku lagi sial dan apes. Kalau rasa cinta ini dapat di copot mending aku copot aja biar ngak rasa perih teriris-iris, mungkin esok dia akan lebih menjauh dariku, jauh dan terus menjauh,,,nasib,,nasib,,,laki-laki ditakdirkan mencari apa memilih?,,kenyataanya aku sampai berharap-harap,  sering ngak kesampaian,  aku sering terabaikan, saat kawan-kawan dan sahabat telah menemukan pilhanya ,,langsung jadian.

Aku memang seret jodoh, pas berharap, sang pujaan tak berharap padaku, aku seperti pada teka-teki menebak-nebak, apa ini masih dapat diperbaiki?

Sepertinya ini sudah sangat tidak mungkin lagi, mungkin saja dia sangat kecewa dan telah ada penganti yang tentunya lebih baik dari aku, aku bukan apa-apa sepertinya, hidup susah, pacaran lebih susah, apalagi menikah, dikasih makan apa anak orang?, mungkin aku KE PD-an,,memanjat terlalu tinggi hingga kalau terjatuh akan sangat sakit sekali.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)
blog comments powered by Disqus